5 Tips Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga Seutuhnya Pasca Resign
Memutuskan resign dari pekerjaan untuk kemudian mengambil peran sebagai ibu rumah tangga seutuhnya dan menghabiskan 24 jam penuh dirumah tentu menjadi dilema tersendiri bagi ibu pekerja diranah publik.
Berbagai kegalauan tak jarang muncul. Mulai dari pertimbangan masalah ekonomi, masalah eksistensi diri ataupun masalah anggapan orang lain. Terlebih bagi seorang ibu yang cenderung aktif, menyukai kegiatan diluar rumah dan workaholic, bisa jadi ketika tidak ada hal menarik yang dilakukan di rumah membuat rumah ibarat penjara yang memasung kebebasan.
Namun, di era yang serba digital ini, semua hal bisa diakses dengan mudah. Banyak hal yang bisa di lakukan hanya dengan di rumah saja. Seorang ibu tidak harus bekerja untuk menunjukkan eksistensi diri. Tidak harus keluar rumah untuk menghasilkan uang dan mandiri finansial. Banyak ilmu juga yang bisa diakses secara online. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa menunjukkan eksistensi dan mandiri finansial, meski hanya dengan dirumah saja.
Kecanggihan teknologi memang bisa memberikan solusi dan menyuguhkan kemudahan bagi siapa saja yang ingin berinteraksi dengan dunia luar tanpa harus keluar rumah seperti ibu rumah tangga. Namun, lebih daripada itu, masalah mindset dan mental adalah masalah fundamental yang harus diatasi terlebih dahulu agar pasca resign, seorang ibu tetap bisa bahagia menjalani peran sebagai ibu rumah tangga seutuhnya.
Sesuai pengalamanku yang memutuskan resign sekitar 2 bulan lalu dan saat ini alhamdulilah aku bisa menikmati peran sebagai ibu rumah tangga seutuhnya dengan bahagia. Aku ingin berbagi tips menikmati peran menjadi ibu rumah tangga seutuhnya pasca resign.
1. Positive Thinking
Segala sesuatu, peristiwa apapun yang terjadi itu sebenarnya adalah netral. Manusia yang melabeli sesuatu itu positif atau negatif. Ketika kita melabeli sesuatu itu positif maka yang akan hadir adalah perasaan senang, tenang dan membahagiakan. Pun sebaliknya, ketika kita melabelinya negatif, maka yang akan timbul adalah perasaan sedih, marah, terluka, dan berbagai perasaan tidak nyaman lainnya.
Untuk itu sebisa mungkin labelilah segala sesuatu itu dengan positive thinking agar yang selalu hadir adalah perasaan bahagia. Seburuk apapun keadaannya akan selalu ada hal positif yang bisa diambil setidaknya dalam wujud sebuah hikmah atau sebuah momentum pembelajaran untuk introspeksi diri.
2. Mindfulness
Memusatkan perhatian terhadap situasi saat ini, menerimanya dengan sadar dan menjalaninya dengan sepenuh hati dan keyakinan bahwa yang dijalani saat ini adalah yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan orang terdekat. Jangan menghakimi diri sendiri terlalu berlebih. Ketika kita sudah melakukan yang terbaik tetapi membuahkan hasil sebaliknya, itu diluar kendali kita. Tidak semua hal bisa kita kendalikan.
3. Me Time
Berilah waktu untuk dirimu sendiri, kerjakan apapun yang kamu suka. Bukanlah dosa ketika sesaat menitipkan anak pada bapaknya. Lebih baik delegasikan tugas momong anak sejenak pada bapaknya untuk memberi sedikit ruang bagi diri sendiri sekadar untuk recharge energi daripada energi kita habis, overload dan meledak. Lebih baik menepi sebentar untuk mengisi daya, setelah itu kembali lagi dengan amunisi baterai penuh.
4. Improve Yourself
Tingkatkan terus kemampuan diri. Menjadi ibu rumah tangga seutuhnya bukan berarti kita harus berhenti belajar dan berkembang. Justru dengan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya kita mempunyai banyak kesempatan untuk upgrade dan meng-inprove diri.
Tantangan kehidupan terus berkembang, segala sesuatu terus menerus terbarukan, jika kita tidak terus meningkat kemampuan, maka kita akan banyak tertinggal. Ketertinggalan akan menjadikan kita inferior. Padahal kita harus mendidik anak sesuai jamannya, agar mereka bisa survive ditengah arus yang terus melaju.
Siapa yang akan mengarahkan dan membimbing mereka kalau bukan kita? Bagaimana kita bisa membimbing kalau kita tidak tahu ilmunya. Untuk menguasai ilmu kita harus terus meningkatkan kemampuan diri.
5. Accept Yourself
Terimalah dirimu apa adanya, jadilah diri sendiri apapun kelebihan dan kekuranganmu. Tidak perlu mengikuti standar yang diciptakan orang lain. Ciptakan standarmu sendiri dan bahagialah dengan hasilnya.
Lakukan yang terbaik sebisa mungkin dan apresiasilah dirimu sendiri. Ketika hasilnya baik bersyukurlah dan berterimakasihlah pada diri sendiri. Ketika hasilnya buruk introspeksi, minta maaf sekaligus maafkan dirimu sendiri.
Inilah 5 tips bahagia menjadi ibu rumah tangga seutuhnya pasca resign ala aku. Semoga bermanfaat.
#kampungkomunitasibuprofesional
#kampungbakatibuprofesional
#kampungbakat3
#misimutiara5
#kabinblogging
#kelaspengembangandiri
#ip4id2023
#bersinergijadiinspirasi


Yeaaay, akhirnya main kesini...
BalasHapusUwwuuu... aku jadi maluš¤
BalasHapus